Headlines News :

Popular Posts

Tampilkan postingan dengan label Tips n Trick. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips n Trick. Tampilkan semua postingan

Jangan Merasa Takut, Mobil Sekarang Sudah Jarang Mengalami Overheat

tujuh Overheat atau suhu mesin mobil yang terlalu tinggi menjadi musuh bagi pengguna mobil yang akan melakukan perjalanan jauh atau mudik.
Nah, buat Anda pemilik mobil baru atau dari tahun 2005 keatas jangan khawatir karena katanya mobil di tahun-tahun ini sudah jarang terserang overheat.
Pernyataan itu dilontarkan langsung oleh Kepala Divisi After Sales Auto2000, Ricky Martawijaya saat ditemui detikOto di sela-sela acara peresmian AHC 2013 di Sunter, Jakarta Utara, Rabu (31/7/2013).
"Kalau masalah overheat itu mobil sekarang yang mulai dari 2005 ke sini sudah jarang mengalaminya kecuali mobil-mobil jalan dulu. Sekarang itu jarang ada yang bocor radiator, tapi selama servis berkalanya benar dan pengisian airnya benar dan tidak ada masalah ya," katanya.
Beda dengan mobil lansiran tahun 90-an yang memang rawan mengalami masalah overheat saat melakukan perjalanan jauh. Tapi selama Anda melakukan perawatannya rajin dan selalu mengecek kendaraan pasti kejadian itu tidak akan mudah ditemukan.
"Mobil di bawah tahun 90-an beda, itu sering terjadi overheating. Tapi bukan berarti mobil sekarang tidak ada potensi overheat kita harus tetap mengecek dan namanya kita merawat mobil yang sudah tua perlu perhatian yang ekstra," katanya lagi.
Nah buat Anda yang memang menggunakan mobil yang sering mengalami overheat ada baiknya sebelum melakukan perjalanan jauh atau mudik dilakukan pengecekan radiator dan air radiatornya jangan sampai kurang dari batas atau kosong.
"Lihat juga kondisi akinya, remnya, kondisi transmisinya, sampai electricalnya karena kalau tidak dicek itu khawatir pas jalan nanti mengalami masalah overheat," pungkasnya.
(ady/ddn)

SUmber : Aditya Maulana - detikOto

Perhatikan Jarak Aman bila Berkendara Itu Hanya 3 Detik

tujuh Rutinitas menjelang Hari Raya Idul Fitri itu mudik atau pulang kampung. Nah, buat Anda yang hendak mudik di lebaran tahun ini harap berhati-hati di jalan. Apalagi jika berkendara di jalan tol, jarak antar mobil Anda dengan mobil yang lain harus diperhatikan.

Head of Marketing and Public Relation PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto) Laurentius Iwan Pranoto mengatakan untuk jarak aman berkendara di jalan terutama jalan tol itu sekitar 3 detik.
Untuk meminimalisir risiko kecelakaan kecelakaan, ada baiknya Anda berkendara pada jarak yang aman.
"Pertimbangan selisih jarak aman berkendara itu 3 detik," tegas Iwan di sela-sela acara Daihatsu Mudik Bareng di Sunter, Jakarta Utara, akhir pekan lalu.
Yang dimaksud jarak aman 3 detik itu lanjut Iwan, selang antara respons mesin saat melakukan pengereman.
Asumsi dari perhitungan ini berdasarkan respons manusia yang membutuhkan 1,5 hingga 2 detik plus reaksi mekanik pengereman yang membutuhkan waktu antara 0,5 hingga 1 detik.
"Jadi kalau berkendara terutama di jalan tol Anda harus menjaga jarak antara kendaraan yang satu dengan yang lainnya, jadi kalau melakukan pengereman mendadak risiko tabrakan akan semakin minim," pungkasnya.
(ady/ddn)

SUmber : Aditya Maulana - detikOto

Inilah Cara Menyetir Mobil Matik untuk Pemula

tujuh Belajar mengendarai mobil memang cukup sulit. Tetapi adanya tipe transmisi otomatis, tentu lebih memudahkan para pengendara mobil.

Bagi para pengendara, mobil matik terbilang lebih sederhana dan tidak terlalu sulit dioperasikan. Meski begitu, dibutuhkan penyesuaian dan pengetahuan bagi para pemula dan pengendara yang biasa menggunakan mobil manual. Ada beberapa tips mengemudi mobil matik bagi pemula yang layak untuk dipraktikkan seperti dilansir situs resmi Toyota.

Pertama, posisi dan urutan penggantian tuas transmisi adalah satu hal yang wajib dihafal. Bahkan harus dipahami hingga di luar kepala. Hal ini untuk menghindari kesalahan dalam mengganti tuas transmisi.
Setelah benar-benar hafal dan penggantian tuas transmisi sudah menjadi suatu kebiasaan, maka tidak akan ada lagi kasus salah memasukkan posisi tuas transmisi.
Kedua, biasakan untuk membebaskan kaki kiri dari pedal kopling. Pada mobil matik, hanya ada dua pedal yakni pedal gas dan pedal rem. Jadi jika kaki kiri masih belum bisa terbiasa bebas menginjak pedal, maka risiko yang mungkin terjadi adalah kesalahan menginjak rem saat rpm mobil naik.
Ketiga, pengendara juga harus membiasakan diri menginjak rem setiap kali akan mengganti transmisi. Hal ini bertujuan agar saat Anda sedang mengganti transmisi, mobil tidak akan berjalan dengan sendirinya.

Keempat
, jika Anda sedang berkendara di wilayah yang penuh dengan tanjakan, sebaiknya Anda memindahkan transmisi pada posisi L atau 2.
Saat berada pada posisi ini, transmisi hanya akan bisa berpindah antara gigi satu dan dua saja. Selain itu, saat jalan menurun posisi ini juga berguna sebagai engine brake.
Terakhir, bagi pengendara penting untuk memahami fungsi tombol hold. Tombol ini sebenarnya merupakan fitur penguncian gigi dan dapat dioperasikan saat tuas berada pada posisi D.
Saat tombol diaktifkan, maka fitur ini akan mengunci mobil pada gigi dua dan tiga. Pada saat berkendara di dalam kota, fitur itu sangat membantu pengendara untuk lebih menghemat BBM. (umi)

Sumber : VIVAnews

Inilah Trik Untuk Mengirit Bensin di Mobil 2.500 cc

tujuh Medan - Mobil berkapasitas mesin besar seperti 2.500 cc biasanya boros bahan bakarnya. Tetapi tenang, pengendara bisa membuat mobil hemat dengan beberapa trik.
Kebetulan, Mazda tengah menguji keiritan Mazda CX-5 generasi terbaru dengan mesin 2.500 cc yang juga sudah menggunakan teknologi Skyactiv bersama media nasional termasuk detikOto di Medan, Sumatera Utara
Jurnalis ditantang untuk menghabiskan bensin 25 liter dengan jarak tempuh sejauh mungkin.
Untuk bisa mencapai angka efisiensi bahan bakar yang optimal maka ada trik tersendiri, trik ini juga bisa digunakan oleh para pengguna Mazda CX-5 2.5 liter di seluruh Indonesia ketika mengendarainya.
Tahap pertama, usahakan menjaga putaran mesin maksimal 1.750 rpm saat berakselerasi, jagalah putaran mesin di 1.250 rpm saat cruising di gigi terakhir, jika keadaan jalan tidak memungkinkan, selalu jaga di 1.250 rpm di setiap gigi atau kecepatan 25, 36, 50 atau 60km/jam pada mode otomatis
Tahap kedua yakni usahakan sepanjang mungkin menjaga kecepatan yang konsisten. Jika merasa tidak perlu mendahului kendaraan di depan maka jagalah kecepatan sedikit di bawah kecepatan kendaraan di depan.
Sebagai patokan, konsumsi akan semakin irit jika Anda semakin jarang memerlukan rem. Ketiga, berakselerasilah selembut mungkin. Seperti dalam kedaan macet dengan kondisi stop and go, hindari menginjak pedal gas, jika sudah saatnya menginjak gas, injaklah sesedikit mungkin.
Terakhir, gunakan cruise control. Jika jalan rata nikmati asyiknya eco-drive dengan Mazda Cruise Control yang bisa diaktifkan sejak kecepatan 25 km/jam.
"Jika jalanan menanjak atau menurun maka segera aktifkan curise control karena akan ada daya tahan yang akan membuang bahan bakar saat menanjak atau menurun," ujar Product Planning PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Ari Tristianto Wibowo di Medan.
Ditambahkannya, saat menurun maka gunakanlah mode manual dan usahakan sebanyak mungkin menggunakan engine brake jika perlu mengerem.

Sumber : Aditya Maulana - detikOto

Perhatikan Tanda-tanda ABS Bekerja dan Tidak Bekerja

tujuh Bila ABS bermasalah, lampu indikator merah atau oranye akan hidup di panel instrumen. Kalau ABS mengalami gangguan, tidak menimbulkan masalah terhadap kinerja mobil. Namun sangat disayangkan, harganya yang cukup mahal tidak berfungsi. Padahal, pada kondisi tersebut sangat membantu, khususnya bila tiba-tiba harus mengerem mendadak. Gangguan bisa akan merembet ke sistem keselamatan lain, yaitu ESP (kontrol stabilitas), anti-skid, pengaruh menjadi banyak. Karena itulah, bila bermasalah harus segera diperbaiki. 

Berkeja
Tanda-tanda ABS bekerja, versi lama, pedal rem bergetar saat ditekan. Namun sekarang, efek tesebut sudah berkurang.Karena getaran itu pula, di awal penggenalan ABS, banyak pengemudi yang tidak menyukainya. Padahal, agar ABS bekerja, pedal rem harus ditekan terus sampai mobil benar-benar berhenti.

Hal lain untuk mengetahui ABS bekerja, saat mobil direm mendadak pada kecepatan tinggi, setir masih bisa dikendalikan. Di samping itu, ban tidak meninggalkan jejak di permukaan aspal setelah direm. Jarak pengereman lebih pendek, ban tidak botak pada bagian tertentu (masih terus menggelinding dengan mulus).Hal juga memberi kenyamanan kepada penumpang. Bahkan umur pakai sokbreker! 

Sumber : KompasOtomotif

Cara Bersihkan Jamur di Kaca Mobil Cuma Rp 100 Ribu

tujuh Otolovers mengalami masalah jamur pada kaca mobil Anda? Jangan khawatir, selain bisa dibersihkan sendiri dengan glass scrab juga Anda bisa membawanya ke salon mobil.

Nah buat Anda yang tidak memiliki waktu yang lama untuk membersihkannya sendiri dan ingin membawanya ke salon mobil tidak ada salahnya untuk membawa mobil Anda ke bengkel Auto Detailer yang berada di Mega Glodok Kemayoran (MGK) lantai 8 Auto Zone Premium.

"Kita disini memang menerima membersihkan jamur pada kaca. Harganya bervariasi, paling murah Rp 100 ribu dan paling mahal Rp 300 ribu, itu semua tergantung ukurannya," ungkap Joe saat ditemui detikOto di markasnya, Kamis (4/4/2013).
Joe membeberkan, untuk harga yang Rp 100 ribu itu untuk mobil-mobil kecil dan membersihkan kaca bagian depannya saja. "Kalau full semua kaca harganya Rp 150 ribu. Ini untuk membersihkan jamur biasa," lugasnya.
Untuk mobil medium harga yang dipatok yakni Rp 200 ribu dan Rp 300 ribu untuk mobil-mobil yang besar seperti Alphard, Serena, dan sejenisnya.

"Harganya tergantung besar kecilnya mobil. Begitu juga untuk waktu pengerjaannya, untuk mobil kecil umumnya 1 sampai 2 jam dan untuk mobil besar bisa sampai dengan 3 jam," pungkasnya.
(ady/ddn)

Sumber : Aditya Maulana - detikOto

Inilah Tips Aman Melintasi Jalur Off Road

tujuh Sering kali para pemilik mobil ingin memacu adrenalinya dengan melintasi jalur off road. Lantas apakah bisa mobil biasa digunakan untuk off road?

Menurut Zulpata Zainal,‎? Proving Ground Manager Bridgestone, pada dasarnya mobil dengan sistem 4x4 yang sanggup melintasi jalur off road (tanah basah atau lumpur).

"Jangan sekali-lali mobil 4x2 digunakan di jalur off road, dan kalo bannya menggunakan All Terrain (A/T) atau Highway Performance (H/P) mobil tidak akan jalan," kata Zulpata.

Tidak hanya itu, pemilihan ban juga mempengaruhi. Ban off road pada umumnya disebut Mud Terrain (M/T), karena kembang tapak ban lebih besar dan lebar, dengan begitu dapat memberikan traksi yang tangguh saat berada di medan lumpur.

Model telapak seperti itu dapat "menggigit" tanah, serta memberikan kontrol yang baik. Nah kali ini, Zulpata memberikan sedikit tips bagi para pemula yang ingin merasakan mengemudi di lintasan off road.

Pertama, medan berlumpur diharuskan pengemudi fokus melihat jalan. Jangan terlalu bernafsu menginjak gas dan memutar stir kemudi. "Nanti bisa liar," katanya.

Kedua, kecepatan harus konstan. Antara 20-25 km/jam. Karena kalaupun ditambah kecepatan tinggi tidak akan berpengaruh.

Ketiga, jika stir dan ban sedikit miring, jangan terlalu bermain stir dan gas. Hal itu bisa membuat tergelincir.

Keempat, posisi duduk mendekati stir. "Biasanya kalau off road itu duduk sedikit mendekat dengan stir, hal itu agar mengendalikan mobil lebih mudah serta dapat melihat medan," ujar Zulpata.

Terakhir, jangan terlalu banyak melakukan pengereman. Di off road, pedal rem tidak terlalu banyak dipakai. Karena memang sudah ada engine brake. "Kalau injak pedal rem, mobil akan tetap jalan dan melintir (jalur berlumpur)," tambahnya.

Sumber : VIVAnews

Bagaimana Cara Mengetahui Mobil Bekas yang Pernah Bertabrakan

tujuh Ternyata, ada cara lain untuk memastikannya, yaitu dengan melakukan tes jalan. Sidarto SA, pemilik bengkel reparasi bodi di Duren Sawit, Jakarta Timur, menjelaskan ciri-ciri khas mobil bekas tabrakan.

1. Saat dijalankan di lintasan rata dan bagus, setir menarik ke satu sisi, kanan atau kiri. Hal tersebut bisa dirasakan pada kecepatan antara 40 dan 60 kpj. Penyebabnya, jarak pijak roda depan atau belakang berubah atau tidak sesuai dengan aslinya akibat benturan kencang, baik dari depan, belakang, maupun samping. Untuk memperbaikinya, sasis harus diluruskan.

2. Radius putar berbeda antara ke kanan dan kiri akibat berbedanya jarak pijak depan dan belakang. Penjual biasanya berkilah, mobil belum di-spooring. Untuk membuktikan, ya harus dibawa ke bengkel spooring. Setelah itu, harus dites langsung menempuh jarak 5 km. Kalau perlu harus coba melalui polisi tidur atau berlubang. Kalau ternyata radius putar kanan dan kiri tetap tidak sama, berarti kerusakan sudah permanen. Sebaiknya, transaksi dibatalkan. 

3. Tes kebocoran karet kaca, khusus bagian depan dan belakang. Cara paling gampang, semprotkan air dari selang bertekanan tinggi ke pinggir kaca yang dipasangkan ke bodi. Proses perbaikan bodi yang kurang bagus dan penggunaan komponen murah menyebabkan rembesan air ke sisi dalam kaca (ruang dalam mobil). Hal ini menandakan mobil pernah tabrakan cukup berat, dengan kerusakan bodi yang juga lumayan berat. 

Sumber : KompasOtomotif

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Otomotif - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger